Story of my life

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Cimea in action (true story)


Jumat, 11 Desember 2009

Tanggal tersebut bertepatan dengan hari terakhir UAS di sekolah gw.
Kan gw masuknya jam 13:00 . nah, jauh sebelum itu , kira-kira jam 9 pagi , gue mengalami kejadian yang mungkin ga bakal gw lupain -.-

Dari pertama gw bangun, hidup terasa normal (?) , bangun, sholat, langsung belajar.
Sekitar jam 9, ibu gw pergi ke-tempat-yang-gw-ga-tau , Dia cuma bilang "mau pergi" .

Setelah ibu gw berangkat, gw masuk kamar, NAH! pas gw masuk kamar , gw ngerasa nginjek sesuatu.
ternyata perasaan gw ga salah.
Gw nginjek sesuatu. 
Dan itu ternyata adalah makhluk hidup.
masih hidup, berkaki empat.
Dan...
Dia memiliki kemampuan autotomi , yaitu kemampuan mencopotkan ekornya.

Kalian pasti ga asing dengan hewan yang satu ini.
Tak lain dan tak bukan. hewan tersebut adalah....
"CICAK"



Ya, kalian semua benar, GW TELAH MENGINJAK CICAK YANG TAK BERDOSA.

Untung aja gw ga nginjek badan si cicak. Pasti lo ga bakal ngebayangin badan tu cicak kalo gw injek badannya.
Yang gw injek adalah "Kaki kanan belakang" sang cicak.
Tapi dia udah ga bisa gerak lagi, ga bisa jalan lagi. Kakinya remuk -.-
Nafas nya si cicak udah pelan-pelan.


Berhubung gw lagi sendiri di rumah + I don't know what must I do , jadi gw sempet panik.
Gw udah yakin sang cicak hidup di dunia ini udah ga lama lagi.
Jadi, gw fokus pada misi gw yaitu "Menyenangkan hati sang cicak sebelum nyawanya diambil oleh Yang Maha Kuasa" .
Oh ya, gw ngasih nama cicak itu CIMEA.
Yaitu cicak+metal+alim = CIMEA.
Ok, namanya jelek.
Karena gw harus memberi nama dengan cepat sebelum Cimea tiada.


Nah, mulai dari sini gw mulai bingung, hal apa yang bisa gw lakuin untuk menyenangkan hati Cimea.


Setelah berpikir cukup lama.
Gw melihat ke meja belajar gw dan melihat, hp gw.

Setelah itu, gw nemu ide yang mungkin akan membuat Cimea senang.
Gw jadi Fotografer
Cimea jadi Model

Ok, gw sadar itu bukan ide yang bagus, tapi itulah yang bisa gw lakuin dengan cepat.

Berhubung gw orangnya ga suka boong (cuih!) , jadi gw beneran jadi fotografer dengan hp gw.


Berikut gambarnya....

Gaya "maksa" si Cimea




Gaya "maksa" Cimea , zoom in



Cuma 2???
Ya, jabatan gw sebagai fotografer abis, cuma foto 2 kali.
Sorry, gw ga bisa nge-set Cimea buat gaya yang keren. maklum lah, fotografer gadungan :D


Tapi......
Berhubung gw belom puas main dengan Cimea dan berhubung si Cimea belom mati , gw foto-foto lagi Cimea.
Tapi kali ini gw foto dia sebagai Peneliti.

Berikut fotonya .....



Cimea tampak atas




Cimea tampak depan (tangan gw ikut ke-shot lagi -.-)




Cimea tampak belakang(gw nge-shot ini pas Cimea sudah meninggal)




Kaki kanan belakang Cimea. Remuk karena sukses gw injek -.-




Setelah itu,..
Did you know what happened?
Cimea is dead.
Well, i'm very sad.

Gw yang udah membunuh Cimea.
Dan gw mencoba membuat Cimea senang sebelum dia mati.
Semoga cara gw sukses membuat Cimea senang.

Dan semoga Cimea mati dengan damai.

Good bye Cimea.....
R.I.P
Cimea

0 komentar:

Posting Komentar